Key insights and market outlook
Twisted X, produsen sepatu kulit berbasis di AS, mengalami kesulitan akibat kebijakan tarif impor oleh mantan Presiden Donald Trump. Perusahaan ini menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bahan baku dan barang jadi dari luar negeri, sehingga menyebabkan biaya impor sepatu dan tas meningkat. CEO Prasad Reddy menyebut ketidakpastian dan gangguan rantai pasokan sebagai tantangan utama.
Twisted X, produsen sepatu kulit terkemuka di AS yang dikenal dengan sepatu bergaya barat, menghadapi tantangan operasional signifikan akibat kebijakan tarif impor yang diterapkan selama pemerintahan Donald Trump. CEO perusahaan, Prasad Reddy, menyoroti bahwa pemasok menahan pengiriman karena lingkungan perdagangan yang tidak pasti yang diciptakan oleh kebijakan tarif Trump. Hal ini mengakibatkan biaya meningkat untuk mengimpor bahan baku dan barang jadi.
Kebijakan tarif telah menyebabkan gangguan besar pada rantai pasokan Twisted X. Reddy menjelaskan bahwa banyak perusahaan barang kulit menghentikan pengiriman karena lingkungan harga yang tidak stabil, sehingga sulit bagi perusahaan untuk memprediksi biaya secara akurat. "Ini adalah masa yang sangat tidak pasti," kata Reddy, menekankan tantangan menjalankan bisnis dalam lingkungan seperti itu. Biaya yang meningkat tidak hanya terbatas pada bahan baku tetapi juga mempengaruhi biaya produksi dan impor barang jadi seperti sepatu dan tas.
Situasi yang dihadapi Twisted X menyoroti dampak luas dari kebijakan perdagangan proteksionis terhadap bisnis, terutama yang bergantung pada rantai pasokan internasional. Sementara tujuan dari kebijakan ini adalah melindungi industri domestik, perusahaan seperti Twisted X mengalami efek negatif karena ketergantungannya pada barang dan bahan impor. Kasus Twisted X menjadi contoh bagaimana keputusan kebijakan perdagangan dapat memiliki konsekuensi jauh bagi bisnis dan ekonomi.
Tarif Trump
Gangguan Rantai Pasokan
Biaya Impor Meningkat