Key insights and market outlook
Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melakukan pembelian minyak pertama dari Venezuela senilai US$ 500 juta (Rp 8,43 triliun). Pembelian ini merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$ 2 miliar yang dicapai setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pendapatan tersebut akan disimpan di rekening netral di Qatar, yang hanya dapat diakses dengan persetujuan AS.
Pemerintah Amerika Serikat telah melakukan pembelian minyak pertama dari Venezuela senilai US$ 500 juta (sekitar Rp 8,43 triliun). Transaksi ini menandai fase awal dari kesepakatan yang lebih besar senilai US$ 2 miliar yang disepakati setelah perkembangan politik signifikan di Venezuela.
Menurut sumber yang familiar dengan kesepakatan ini, pendapatan yang dihasilkan dari penjualan minyak ini akan disimpan di rekening bank yang dikendalikan oleh pemerintah AS, dengan dana tersebut disimpan di Qatar karena statusnya sebagai negara netral. Pengaturan ini memastikan bahwa dana hanya dapat diakses dengan persetujuan pemerintah Amerika Serikat, sehingga mencegah potensi penyitaan atau penyalahgunaan.
Kesepakatan pembelian minyak ini tidak hanya menandai perkembangan penting di sektor energi, tetapi juga menyoroti dinamika geopolitik yang kompleks. Transaksi ini diharapkan memiliki implikasi bagi ekonomi AS dan Venezuela, serta pasar minyak global.
Meskipun pembelian awal ini merupakan langkah signifikan, transaksi lebih lanjut diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari atau minggu mendatang. Kesepakatan ini menggarisbawahi sifat hubungan internasional dan perdagangan energi yang terus berkembang, khususnya antara AS dan Venezuela.
US-Venezuela Oil Deal
US$ 2 Billion Agreement