Key insights and market outlook
Perjanjian New START, perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Amerika Serikat dan Rusia, akan berakhir pada 5 Februari 2026. Perjanjian ini telah menjadi landasan stabilitas nuklir sejak awal berlakunya, membatasi arsenal nuklir kedua negara yang menguasai mayoritas hulu ledak nuklir dunia. Konflik yang sedang berlangsung di Ukraina telah memperburuk hubungan kedua negara, menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan pengendalian senjata nuklir.
Perjanjian New Strategic Arms Reduction Treaty (New START) yang ditandatangani pada 2010 adalah perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir dan sistem pengiriman yang dapat digunakan kedua negara. Perjanjian ini sangat penting dalam menjaga stabilitas dan prediktabilitas nuklir antara kedua negara, yang bersama-sama memiliki lebih dari 90% senjata nuklir dunia.
Perjanjian ini akan berakhir pada 5 Februari 2026, kecuali jika kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjangnya. Iklim geopolitik saat ini tegang, terutama karena konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, yang telah sangat merusak hubungan AS-Rusia. Kemerosotan ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang masa depan pengendalian senjata nuklir dan potensi perlombaan senjata nuklir yang tidak terkendali.
Tanpa perjanjian New START, tidak akan ada batasan hukum yang mengikat arsenal nuklir Amerika Serikat dan Rusia. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan penyebaran senjata nuklir dan peningkatan risiko konflik nuklir. Tidak adanya langkah-langkah verifikasi dalam perjanjian juga akan mengurangi transparansi mengenai kemampuan nuklir kedua negara, yang berpotensi menyebabkan kesalahan perhitungan dan peningkatan ketegangan.
Upaya diplomatik akan sangat penting dalam menentukan apakah perjanjian New START diperpanjang atau diganti dengan perjanjian baru. Keputusan ini akan memiliki implikasi besar bagi keamanan global dan masa depan upaya perlucutan senjata nuklir.