Key insights and market outlook
Amerika Serikat mengalami peningkatan tajam kasus influenza setelah liburan akhir tahun, dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan setidaknya 7,5 juta kasus, 81.000 rawat inap, dan 3.100 kematian. Para ahli mengaitkan lonjakan ini dengan mobilitas perjalanan tinggi, tingkat vaksinasi rendah, dan misinformasi yang meluas. CDC memperingatkan bahwa angka-angka ini kemungkinan akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan.
Amerika Serikat telah menyaksikan lonjakan signifikan dalam kasus influenza setelah liburan akhir tahun. Menurut data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), negara ini telah mencatat setidaknya 7,5 juta kasus flu, yang mengakibatkan 81.000 rawat inap dan 3.100 kematian sejak awal musim flu.
Para ahli kesehatan masyarakat telah mengidentifikasi beberapa faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan pesat ini. Mobilitas perjalanan tinggi selama liburan disebut sebagai penyebab utama, karena memfasilitasi penyebaran virus di berbagai wilayah. Selain itu, tingkat vaksinasi yang rendah di kalangan populasi tertentu membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi. Penyebaran misinformasi tentang vaksin flu juga berperan dalam mencegah orang untuk divaksinasi.
CDC telah memperingatkan bahwa angka saat ini kemungkinan akan terus meningkat dalam beberapa minggu mendatang. Penyebaran influenza yang cepat membebani fasilitas kesehatan, dengan sejumlah besar rawat inap dilaporkan. Pejabat kesehatan mendesak masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk vaksinasi dan menjaga kebersihan untuk menghambat penyebaran virus.