Key insights and market outlook
Pasar saham AS ditutup turun pada hari Senin, terdorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi dan data manufaktur yang lemah. Dow Jones turun 0,90% ke 47.289,33, S&P 500 melemah 0,53% ke 6.812,63, dan Nasdaq Composite turun 0,38% menjadi 23.275,92. Investor kini menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan.
Pasar saham Amerika Serikat ditutup turun pada hari Senin, 1 Desember 2025, karena kenaikan imbal hasil obligasi dan data manufaktur yang mengecewakan memberikan tekanan pada indeks utama. Dow Jones Industrial Average turun 427,09 poin atau 0,90% menjadi 47.289,33. S&P 500 melemah 36,46 poin atau 0,53% ke 6.812,63, sementara Nasdaq Composite turun 89,76 poin atau 0,38% menjadi 23.275,92.
Penurunan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kenaikan imbal hasil obligasi, yang membuat investasi pendapatan tetap lebih menarik dibandingkan dengan ekuitas. Selain itu, data yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih tertekan akibat tarif perdagangan turut berkontribusi pada sentimen negatif. Investor kini menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan, berharap mendapatkan panduan mengenai pergerakan suku bunga di masa depan.
Dinamika pasar saat ini menunjukkan bahwa investor berhati-hati menjelang pengumuman ekonomi penting. Keputusan Federal Reserve yang akan datang diharapkan menjadi penggerak utama arah pasar dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar akan memantau dengan seksama sinyal apa pun mengenai potensi pemotongan suku bunga atau perubahan sikap kebijakan moneter.
Penurunan Pasar Saham AS
Kenaikan Imbal Hasil Obligasi
Keputusan Kebijakan Moneter The Fed