Key insights and market outlook
Penutupan pemerintahan federal AS selama 43 hari menyebabkan kerugian ekonomi sebesar $11 miliar (Rp 183,7 triliun). Meski demikian, Menteri Keuangan AS Scott Bessent tetap optimis terhadap ekonomi 2026, dengan menyebut penurunan suku bunga dan pemotongan pajak sebagai faktor positif. Bessent mengakui tantangan di beberapa sektor namun melihat potensi pertumbuhan kuat tanpa inflasi.
Penutupan pemerintahan federal AS selama 43 hari baru-baru ini menyebabkan kerugian ekonomi signifikan sebesar $11 miliar (sekitar Rp 183,7 triliun). Dampak finansial besar ini memicu kekhawatiran tentang stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent tetap yakin tentang prospek ekonomi 2026.
Bessent menyebut penurunan suku bunga dan pemotongan pajak terbaru sebagai faktor kunci yang mendukung outlook positifnya. Ia percaya langkah-langkah ini akan menciptakan fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi sambil menjaga inflasi tetap terkendali. Menteri Keuangan mengakui bahwa sektor tertentu, seperti perumahan, terpengaruh oleh perubahan lingkungan suku bunga.
Sementara mengungkapkan optimisme tentang arah ekonomi secara keseluruhan, Bessent mencatat bahwa sektor jasa telah menjadi kontributor signifikan terhadap tekanan inflasi. Ia berpendapat bahwa harga energi yang lebih rendah akan membantu mengurangi tekanan ini dan menyebabkan penurunan harga yang lebih luas di seluruh ekonomi.
Bessent menekankan keyakinannya yang kuat pada prospek ekonomi 2026, dengan menyatakan, "Saya sangat, sangat optimis tentang 2026. Kami telah meletakkan dasar bagi pertumbuhan kuat tanpa inflasi." Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan pendekatan ekonomi yang mendukung pertumbuhan sambil mengelola risiko inflasi.
US Government Shutdown
Economic Loss Assessment
Treasury Secretary's Economic Outlook