Key insights and market outlook
Setelah serangan udara AS di Venezuela, ibu kota Caracas menjadi sangat sunyi sementara warga menghadapi harga yang melonjak dan antrean panjang untuk kebutuhan pokok. Meskipun otoritas setempat mengimbau agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, banyak warga yang menimbun barang-barang penting karena takut akan intervensi lanjutan dan potensi gangguan pasokan. Situasi ini menyoroti kerentanan ekonomi Venezuela dan potensi kekurangan barang secara luas.
Ibu kota Venezuela, Caracas, menjadi sangat sunyi dua hari setelah serangan udara AS yang menargetkan beberapa wilayah dan menyebabkan menghilangnya Presiden Nicolás Maduro. Meskipun biasanya kota ini ramai, jalan-jalan utama kini lebih sepi, pusat perbelanjaan kurang padat, dan warga menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati-hati di tengah ketegangan yang masih berlangsung.
Banyak keluarga mulai menimbun kebutuhan pokok, terutama bahan pangan tahan lama seperti tepung jagung, beras, dan makanan kaleng, untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Perilaku ini terlihat jelas di pasar sentral Quinta Crespo, salah satu pusat perdagangan utama di Caracas, di mana beberapa pedagang telah menutup kios mereka karena takut akan kerusuhan dan penjarahan.
Di kios-kios yang masih buka, pembeli membentuk antrean panjang, kadang-kadang lebih dari 10 orang, yang menunggu dengan sabar di bawah terik matahari. Polisi Nasional Bolivarian terlihat berjaga di sekitar pasar untuk menjaga situasi tetap kondusif. Warga seperti Carlos Godoy, 45 tahun, dari distrik Caricuao, memprioritaskan pembelian barang-barang tahan lama. "Saya membeli kebutuhan dasar, melihat situasi yang sedang dihadapi negara ini," jelas Godoy.
Serangan udara ini memperburuk tantangan ekonomi yang sudah ada di Venezuela, meningkatkan ketidakpastian dan ketakutan di kalangan masyarakat. Potensi intervensi lanjutan dari AS masih mengancam, mempengaruhi baik perilaku konsumen maupun operasi bisnis. Sementara beberapa bisnis telah tutup sementara, yang lain tetap buka tetapi mengalami permintaan tinggi untuk barang-barang pokok.
US Airstrike in Venezuela
Economic Activity Disruption
Supply Stockpiling