Key insights and market outlook
Perdagangan kopi di Vietnam tetap lesu karena petani menahan penjualan dengan harapan harga naik. Meskipun permintaan mulai menguat seiring dengan eksportir yang memenuhi kewajiban pengiriman, pasokan tetap terbatas. Di Indonesia, premi kopi mengalami kenaikan. Petani Vietnam menjual biji kopi dengan harga 97.500-98.200 VND/kg (sekitar USD 3,71-3,74), sementara harga kopi Robusta untuk pengiriman Maret turun USD 68 menjadi USD 3.939.
Perdagangan kopi di Vietnam terus mengalami kemelesuan karena petani memilih untuk menahan penjualan dengan harapan harga yang lebih tinggi. Meskipun demikian, ada tanda-tanda bahwa permintaan mulai menguat seiring dengan eksportir yang kembali beraktivitas setelah periode ketidakaktifan dan bekerja untuk memenuhi kewajiban pengiriman. Namun, pasokan kopi tetap terbatas karena keengganan petani untuk menjual pada harga saat ini.
Di dataran tinggi Vietnam Tengah, petani menjual biji kopi dengan harga antara 97.500 hingga 98.200 VND per kg (sekitar USD 3,71 hingga USD 3,74). Harga ini mencerminkan kondisi pasar saat ini di mana petani tidak berada di bawah tekanan besar untuk menjual, sebagian karena mereka dapat menghasilkan pendapatan dari sumber lain seperti durian. Akibatnya, mereka menahan biji kopi mereka dan menuntut harga yang lebih tinggi.
Di tingkat global, harga kopi Robusta untuk pengiriman Maret mengalami penurunan sebesar USD 68, menetap di USD 3.939 pada penutupan perdagangan Rabu. Pergerakan harga ini menunjukkan dinamika kompleks yang terjadi di pasar kopi global, di mana faktor-faktor seperti kendala pasokan, fluktuasi permintaan, dan kondisi ekonomi yang lebih luas semuanya berperan.
Di Indonesia, telah terjadi peningkatan premi kopi, menunjukkan prospek positif bagi industri kopi lokal. Perkembangan ini dapat memiliki implikasi bagi produsen dan eksportir kopi Indonesia, yang berpotensi mempengaruhi strategi penetapan harga dan daya saing pasar mereka.
Coffee Price Fluctuation
Export Activity Resumption
Supply Constraint