Key insights and market outlook
Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh mendukung kemajuan negosiasi pembangkit listrik tenaga nuklir dengan Rusia dan mengarahkan pejabat untuk mencari mitra alternatif setelah Jepang menarik diri dari proyek kedua. Negara ini berencana mengembangkan kapasitas nuklir 4-6,4 GW melalui kerja sama dengan mitra asing, dengan rencana awal menandatangani perjanjian dengan Rusia pada September dan Jepang pada akhir tahun lalu.
Vietnam meningkatkan upayanya untuk menghidupkan kembali program tenaga nuklir yang sempat terhenti pada tahun 2016. Perdana Menteri Pham Minh Chinh menekankan pentingnya kemajuan segera dalam negosiasi dengan mitra asing, terutama Rusia, untuk menyelesaikan perjanjian pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Pemerintah Vietnam berencana membangun dua pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas gabungan 4 hingga 6,4 gigawatt. Rencana awal menargetkan penandatanganan perjanjian dengan Rusia pada September dan Jepang pada akhir tahun lalu. Namun, proses ini mengalami keterlambatan signifikan, sehingga pemerintah perlu menilai kembali strategi dan mencari mitra alternatif setelah Jepang menarik diri dari proyek kedua.
Perdana Menteri Chinh mengarahkan pejabat pemerintah untuk mempercepat negosiasi dan mencari kemitraan baru guna memajukan proyek ini. Pemerintah sangat ingin memajukan diskusi dengan Rusia karena perjanjian ini kini mengalami keterlambatan. Keberhasilan proyek nuklir ini dipandang krusial bagi keamanan energi dan pembangunan ekonomi Vietnam.
Nuclear Project Negotiation Progress
Foreign Partnership Development