Key insights and market outlook
Pemerintah Vietnam akan menaikkan upah minimum sebesar lebih dari 7% mulai 1 Januari 2026, berpotensi meningkatkan biaya tenaga kerja bagi perusahaan. Upah minimum baru akan berkisar antara VND 3,7-5,31 juta (sekitar Rp 2,22-3,34 juta) per bulan, tergantung pada wilayahnya. Perubahan ini berlaku bagi pekerja dengan kontrak kerja dan diperkirakan berdampak pada bisnis di Vietnam.
Pemerintah Vietnam telah mengumumkan secara resmi kenaikan upah minimum sebesar lebih dari 7% untuk semua pekerja kontrak, efektif mulai 1 Januari 2026. Upah minimum bulanan baru akan berkisar antara VND 3,7 juta hingga VND 5,31 juta, setara dengan sekitar Rp 2,22 juta hingga Rp 3,34 juta berdasarkan kurs saat ini IDR 0,63 per VND.
Upah minimum yang tepat akan bervariasi berdasarkan wilayah, mencerminkan disparitas pembangunan ekonomi di berbagai daerah Vietnam. Penyesuaian ini didasarkan pada dokumen pemerintah yang ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri Ho Duc Phoc.
Kenaikan ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada biaya tenaga kerja bagi perusahaan yang beroperasi di Vietnam. Karena upah minimum berfungsi sebagai dasar untuk negosiasi gaji antara pengusaha dan pekerja di bawah kontrak kerja, perubahan ini dapat memiliki implikasi luas bagi bisnis, terutama yang memiliki tenaga kerja besar.
Penyesuaian upah ini menunjukkan upaya Vietnam untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan pekerja. Keputusan ini diambil saat Vietnam terus memposisikan dirinya sebagai destinasi investasi asing yang menarik, bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Minimum Wage Hike Announcement
Labor Cost Increase for Businesses