Key insights and market outlook
Pasar saham AS tetap stagnan pada hari Selasa setelah tiga hari berturut-turut menguat, seiring data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan yang meningkatkan imbal hasil Treasury. Ekonomi AS tumbuh 4,3% secara tahunan di kuartal III, melampaui prakiraan 3,3%. Meskipun hal ini menyebabkan kenaikan imbal hasil Treasury 10-tahun menjadi 4,19%, para trader masih memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga 25bps tahun depan. Dolar AS menahan pelemahannya meski ada berita ekonomi positif.
Indeks utama saham AS tetap relatif datar pada hari Selasa setelah tiga hari berturut-turut menguat, seiring investor mencerna data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Berita ini meningkatkan imbal hasil Treasury, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun naik ke 4,19%, level tertinggi dalam lebih dari seminggu.
Ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang kuat di kuartal ketiga, dengan PDB meningkat 4,3% secara tahunan, secara signifikan melampaui prakiraan ekonom sebesar 3,3%. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh belanja konsumen yang kuat, menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang terus berlanjut.
Meski ada berita ekonomi yang positif, para trader mempertahankan harapan mereka untuk pelonggaran moneter, memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga 25 basis poin di tahun mendatang. Probabilitas pemotongan suku bunga di Januari sedikit menurun menjadi 15% setelah rilis data, turun dari 18% sebelumnya.
Dolar AS berhasil mempertahankan keuntungannya terhadap mata uang utama lainnya, didukung oleh data ekonomi yang positif. Kenaikan imbal hasil Treasury mencerminkan perubahan ekspektasi pasar mengenai kebijakan moneter di masa depan dan pertumbuhan ekonomi.
US GDP Growth Report
Treasury Yield Increase
Monetary Policy Expectations Shift