Key insights and market outlook
WeTV Indonesia memanfaatkan meningkatnya popularitas micro drama China - konten video vertikal berdurasi pendek - untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Pasar micro drama global diproyeksikan mencapai US$16 miliar pada 2026 dan US$26 miliar pada 2030. Country Head Febriamy Hutapea menyoroti format ini memiliki keunggulan dalam storytelling yang kuat dan durasi singkat yang sesuai dengan pola konsumsi digital saat ini.
WeTV Indonesia berfokus pada micro drama dari China sebagai pendorong pertumbuhan utama di pasar streaming Over-The-Top (OTT) yang kompetitif. Drama-drama pendek berbentuk video vertikal ini telah mendapatkan perhatian signifikan dari audiens Indonesia. Menurut laporan Media Partners Asia, pasar micro drama global diproyeksikan mencapai US$16 miliar pada 2026 dan berpotensi tumbuh menjadi US$26 miliar pada 2030.
Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, mengidentifikasi kekuatan unik micro drama yang membuatnya sangat menarik. Format ini menggabungkan durasi singkat dengan storytelling yang kuat dan berkelanjutan, membuatnya sangat sesuai dengan kebiasaan konsumsi digital modern. Hal ini sejalan dengan preferensi target audiens WeTV Indonesia yang lebih menyukai konten singkat dan menarik yang dapat dikonsumsi di perangkat mobile.
Munculnya micro drama mewakili pergeseran signifikan dalam preferensi hiburan konsumen. Dengan memanfaatkan tren ini, WeTV Indonesia memposisikan dirinya secara strategis dalam lanskap streaming yang semakin kompetitif. Fokus platform pada format konten yang muncul ini menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku dan preferensi penonton di pasar streaming digital.
Micro Drama Market Growth Projection
Content Strategy Shift