Wijaya Karya Faces Challenges Amid Jakarta-Bandung High-Speed Rail Project
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 6
Sources5 verified

Wijaya Karya Hadapi Tantangan di Tengah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menghadapi tantangan signifikan karena terlibat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), termasuk klaim piutang Rp 5,01 triliun terhadap Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) 4

dan upaya restrukturisasi keuangan yang direncanakan pada 2026 2. Kinerja keuangan perseroan terpengaruh oleh kerugian dari penyertaan modal 32% di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang mengelola proyek ini 5.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Wijaya Karya Menghadapi Tantangan Keuangan di Tengah Proyek Kereta Cepat

Dampak Kinerja Keuangan

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sedang menghadapi tantangan keuangan signifikan terutama karena keterlibatannya dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Kinerja keuangan perseroan terpengaruh oleh penyertaan modal 32% di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang mengelola proyek ini 5

. Investasi WIKA di PSBI sebesar Rp 6,1 triliun, yang telah mengakibatkan kerugian besar karena proyek yang mengalami underperformance 15.

Klaim yang Disengketakan dan Restrukturisasi Keuangan

WIKA saat ini terlibat dalam sengketa dengan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) terkait klaim piutang Rp 5,01 triliun karena cost overrun pada proyek kereta cepat 4

. Perusahaan telah memulai proses arbitrase di Singapura untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam perkembangan terkait, WIKA berencana melakukan restrukturisasi keuangan lagi di 2026 melalui Master Restructuring Agreement (MRA), melanjutkan restrukturisasi awal yang dilakukan di 2024 2.

Dampak Regulasi dan Suspensi Saham

Masalah keuangan perseroan telah menarik perhatian regulator, dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menangguhkan perdagangan saham WIKA karena kekhawatiran atas kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya, terutama penundaan pembayaran Sukuk Mudharabah senilai Rp 3,4 triliun yang jatuh tempo pada 3 November 2025 3

.

Jalan ke Depan

Manajemen WIKA telah melakukan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BEI dan kreditor keuangan, untuk mengatasi tantangan ini. Perusahaan bekerja untuk meningkatkan kesehatan keuangannya melalui upaya restrukturisasi sambil mengejar penyelesaian klaim yang disengketakan dengan KCIC. Hasil dari inisiatif ini akan sangat menentukan stabilitas keuangan dan kapasitas operasional WIKA ke depan.

Sumber

  1. [Kontan](
  2. [Kontan](
  3. [Detik Finance](
  4. [Detik Finance](
  5. [Detik Finance](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Infrastructure FinanceProject DisputeFinancial RestructuringCorporate Debt

Key Events

1

Debt Restructuring Plan 2026

2

Disputed Claims against KCIC

3

Sukuk Payment Delay

Timeline from 5 verified sources