Key insights and market outlook
Program IndoTekno dari University of Melbourne diluncurkan untuk menghidupkan kembali koneksi budaya antara Yogyakarta dan Melbourne, Indonesia dan Australia, setelah terhenti selama pandemi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme seniman Indonesia di panggung internasional melalui kolaborasi antara University of Melbourne, ISI Yogyakarta, dan Universitas Gadjah Mada. Program ini merupakan bagian dari kerjasama budaya yang diperbarui antara Pemerintah Negara Bagian Victoria dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
University of Melbourne telah meluncurkan program IndoTekno, sebuah inisiatif unggulan yang dirancang untuk menghidupkan kembali koneksi budaya antara Yogyakarta dan Melbourne. Program ini hadir setelah lebih dari tiga tahun aktivitas budaya menurun drastis akibat pandemi. Kolaborasi ini melibatkan institusi-institusi kunci seperti University of Melbourne, ISI Yogyakarta, dan Universitas Gadjah Mada, menandai pertukaran budaya yang signifikan antara Indonesia dan Australia.
Program IndoTekno dirancang khusus untuk meningkatkan profesionalisme seniman Indonesia di panggung internasional. Kate Ben-Tovim, Co-Director dan Training World Lead Program IndoTekno di University of Melbourne, menekankan bahwa program ini dirancang dengan hati-hati untuk menghidupkan kembali ruang-ruang kreativitas yang sangat terpukul selama pandemi Covid-19 dari tahun 2020 hingga 2022. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada seniman untuk mendapatkan kembali tempat mereka di kancah budaya.
Program ini merupakan hasil kerjasama yang diperbarui antara Pemerintah Negara Bagian Victoria dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemitraan ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat hubungan budaya antara kedua wilayah. Keterlibatan institusi pendidikan bergengsi seperti University of Melbourne, ISI Yogyakarta, dan Universitas Gadjah Mada menambah nilai signifikan pada program ini, menciptakan kerangka kerja yang kuat untuk pertukaran budaya dan pengembangan seni.
Pandemi memiliki dampak besar pada sektor budaya, dengan banyak seniman kehilangan ruang ekspresi mereka dan ruang kreatif menjadi mati suri. Program IndoTekno menjawab hal ini dengan menyediakan platform bagi seniman untuk mendapatkan kembali suara mereka dan menampilkan bakat mereka secara internasional. Inisiatif ini tidak hanya menghidupkan kembali aktivitas budaya tetapi juga menumbuhkan koneksi yang lebih dalam antara Indonesia dan Australia melalui seni dan budaya.