Key insights and market outlook
Premi asuransi kendaraan bermotor PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) tumbuh 8% year-on-year hingga Oktober 2025, menandakan pemulihan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh asuransi roda dua, khususnya dari nasabah individual yang membeli melalui leasing atau multifinance. Perusahaan juga melihat peningkatan signifikan pada asuransi kendaraan listrik, meskipun tetap waspada terhadap potensi perubahan kebijakan pemerintah mengenai bea masuk.
Bisnis asuransi motor Zurich Asuransi Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang jelas, dengan premi tumbuh 8% year-on-year hingga Oktober 2025. Menurut Edhi Tjahja Negara, Country Manager Zurich Indonesia, pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen roda dua, yang berkinerja lebih baik dibandingkan kendaraan roda empat. Perbaikan ini terutama terlihat pada nasabah individual yang membeli sepeda motor melalui leasing atau multifinance, bukan melalui kemitraan dengan produsen.
Perusahaan juga mengamati peningkatan signifikan pada asuransi kendaraan listrik (EV), meskipun tetap waspada terhadap potensi perubahan kebijakan pemerintah mengenai bea masuk tahun depan. Edhi mencatat bahwa meskipun asuransi EV menunjukkan pertumbuhan tinggi, tarif premi untuk kendaraan konvensional dan listrik relatif sama. Perbedaan utama terletak pada benefit yang ditawarkan, dengan Zurich memberikan perlindungan komprehensif untuk EV, termasuk perlindungan baterai dalam produk all-risk.
Pemulihan bisnis asuransi motor Zurich sejalan dengan tren industri yang lebih luas. Penjualan sepeda motor nasional pada Oktober 2025 tumbuh 4,09% month-on-month menjadi 590.362 unit, menandai penjualan bulanan tertinggi sepanjang tahun. Menurut Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sekitar 60% dari penjualan ini dilakukan melalui kredit, menunjukkan korelasi kuat dengan pertumbuhan bisnis nasabah individual Zurich.
Pendapatan premi bruto Zurich Asuransi Indonesia mencapai Rp2,58 triliun per Oktober 2025, mewakili pertumbuhan 53,31% year-on-year dari Rp2,20 triliun. Peningkatan signifikan ini menggarisbawahi posisi strategis perusahaan yang berhasil di segmen tradisional dan新兴 pasar asuransi motor.
Motor Insurance Premium Growth
Electric Vehicle Insurance Increase
Gross Premium Income Surge