Key insights and market outlook
PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) mencatatkan pertumbuhan pendapatan investasi bersih sebesar 18% pada 2025, terutama didorong oleh investasinya pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Portofolio investasi perusahaan didominasi oleh SBSN, dilengkapi dengan deposito syariah dan obligasi sukuk korporasi. Komposisi ini menjaga keseimbangan antara aset dan liabilitas sambil mematuhi prinsip syariah dan persyaratan regulasi.
PT Zurich General Takaful Indonesia, yang beroperasi sebagai Zurich Syariah, melaporkan pertumbuhan signifikan dalam portofolio investasinya untuk tahun 2025. Perusahaan mencapai peningkatan 18% dalam pendapatan investasi bersih, terutama disebabkan oleh investasi strategis pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Menurut Hilman Simanjuntak, Direktur Utama Zurich Syariah, strategi investasi perusahaan berfokus pada menjaga keseimbangan portofolio yang sesuai dengan prinsip syariah dan persyaratan regulasi.
Portofolio investasi Zurich Syariah didominasi oleh SBSN, dilengkapi dengan deposito syariah dan obligasi sukuk korporasi. Komposisi ini dirancang untuk memastikan keseimbangan antara aset dan liabilitas sambil memaksimalkan return. Hilman menekankan bahwa perusahaan memprioritaskan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan persyaratan regulasi dalam keputusan investasinya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan termasuk manajemen risiko, imbal hasil, dan kebutuhan likuiditas.
Salah satu tantangan signifikan yang dihadapi Zurich Syariah dalam mengelola portofolio investasinya adalah keterbatasan instrumen investasi yang patuh syariah di pasar. Selain itu, volatilitas pasar menimbulkan risiko terhadap return investasi. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan menerapkan strategi alokasi aset yang fleksibel dan menjaga pendekatan yang disiplin dalam manajemen risiko. Zurich Syariah terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi investasinya.
Kinerja investasi Zurich Syariah konsisten dengan tren industri yang diamati di sektor asuransi dan reasuransi syariah. Seperti dilaporkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi perusahaan asuransi dan reasuransi syariah mencapai Rp2,73 triliun pada Oktober 2025, mewakili 13,8% dari rata-rata investasi tahunan mereka. SBSN tetap menjadi pilihan investasi dominan, membentuk 43,0% dari total portofolio investasi, diikuti oleh saham (19,2%), deposito (16,6%), reksa dana (12,1%), dan sukuk korporasi (8,8%).
Komitmen Zurich Syariah untuk menjaga portofolio investasi yang patuh syariah sambil mengoptimalkan return terlihat dalam keputusan investasi strategisnya. Fokus perusahaan pada SBSN dan instrumen syariah lainnya memposisikannya dengan baik di pasar asuransi syariah. Ketika perusahaan melihat ke 2026, perusahaan berencana untuk terus menekankan investasi SBSN sambil menavigasi tantangan pilihan investasi syariah yang terbatas dan volatilitas pasar.
18% Investment Growth in 2025
SBSN Dominance in Portfolio